Kenali Tiga Pekerjaan Yang Bisa Membantu Para Penyandang Disabilitas

Para penyandang disabilitas memang terkadang tidak diperhatikan dan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan situs penting. Banyak dari mereka yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka karena keterbatasan yang dimiliki. Hal ini bisa saja terjadi karena banyak pertimbangan para perusahaan untuk merekrut para penyandang disabilitas tersebut. Padahal, mereka bisa bekerja seperti orang normal lainnnya jika memiliki kemampuan yang memadai untuk pekerjaan tersebut.

Di masa sekarang, ada banyak juga orang normal yang bahkan ingin bekerja untuk membantu dan mengembangkan para penyandang disabilitas agar bisa lebih mandiri dan memiliki hidup yang lebih baik lagi. Di bawah ini adalah beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan untuk membantu para penyandang disabilitas.

1. Sebagai seorang guru
Guru pendidikan khusus memberikan instruksi kepada siswa penyandang cacat di sekolah dan rumah anak-anak. Mereka meningkatkan keberhasilan pendidikan siswa dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan menggunakan strategi pengajaran yang memenuhi kebutuhan mereka. Guru pendidikan khusus juga mengembangkan program pendidikan individual khusus siswa dan memperbaruinya untuk mencerminkan kemajuan akademik setiap siswa.

2. Merawat penyandang disabilitas
Bekerja dalam pengaturan klinis, terapis okupasi menyediakan perawatan terapi untuk orang-orang dengan penyakit kronis, cedera dan disabilitas. Mereka menilai kondisi pasien dan merancang rencana perawatan terapi untuk mengembangkan atau membangun kembali keterampilan hidup mandiri. Beberapa terapis okupasi juga menyediakan layanan konsultasi, di mana mereka memberi saran kepada klien tentang peralatan bantu dan merekomendasikan aktivitas terapi untuk kecacatan tertentu. Meraih gelar master dalam terapi okupasi sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan ini.

3. Terapis
Seorang terapis rekreasi menilai pasien dengan disabilitas untuk mengembangkan dan memberikan terapi yang sesuai. Ia dapat menggunakan aktivitas seperti renang terapi, seni kreatif, aktivitas olahraga, dan program memasak untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan fungsional dan tingkat kebugaran serta mengembangkan keterampilan interpersonal, perawatan diri, dan sosial. Misalnya, seorang terapis dapat mengoordinasikan tamasya kelompok untuk anak-anak autis untuk berinteraksi, mengembangkan keterampilan sosial mereka dan membangun kepercayaan diri.

Avatar

Author: Richard T. Starkey

Share This Post On
Share This